#Cerpen : Hujan dan Kamu

by - 6:24 AM




Hujan. Sore ini hujan pertama kita.Atau mungkin aku saja yang menikmati hujan? Kamu hanya terpusat pada mata kuliah dan dosen yang berbusa menyampaikan materi. Kemudian sesekali kamu menengok ke kiri dan kanan, bercakap sebentar dengan orang-orang di dekatmu. Sepertinya, memang aku saja yang menikmati hujan ini.



Hujan mengalihkan perhatianku. Aku lebih memilih menikmatinya sambil memikirkanmu, dibandingkan memperhatikan dosen yang menjelaskan tentang konstitusi, undang-undang, amandemen, uji materi, bias politik dan hal lain yang berhubungan dengan sistem hukum indonesia. Hei, kenapa aku jadi membahas kuliah ?



Hujan semakin lebat. Dan kamu kembali memusatkan perhatian pada dosen kita. Entah perhatian sebagai bentuk formalitas kuliah atau perhatian karena kamu memang ingin mengerti tentang materi kuliah hari ini. Kamu memperhatikan dengan serius.



Hujan sore ini indah, bukan? Indah karena kita berada di tempat yang sama walaupun dalam 'alam sadar' yang berbeda. Itu cukup bagiku. Ini hujan pertama kita. Dan kita sibuk dengan 'alam' kita masing-masing. Sesekali aku pun memperhatikan dosen, kemudian fokus kembali pada tulisanku tentang hujan dan kamu.



Hujan semakin lincah menari diiringi gemuruh langit yang semakin keras. Kamu mulai memainkan BB Touch-mu, (sepertinya) mengecek pesan masuk atau mungkin update status melalui BBM-mu. Aku lebih memilih menyaksikkan tarian hujan, walaupun sesekali menoleh ke arahmu yang selalu sibuk dengan duniamu.



Hujan mulai reda. Dan kita bersiap untuk presentasi di mata kuliah selanjutnya. Kali ini, aku dan kamu berbincang. Perbincangan kita hanya seputar isi makalah dan bagaimana penyampaian makalah itu. Ya, seperti inilah kita. Hanya sebatas percakapan mengenai makalah, presentasi, dan tugas. Formal dan terbatas. Hubungan kita layaknya rekan kerja atau patner kelompok, tidak lebih. Tapi aku merasa cukup. Dengan seperti ini, aku tidak akan berharap memiliki rasa yang lebih jauh terhadapmu.



Hujan telah reda. Kuliah pun telah berakhir. Kamu menghilang, melesat entah kemana seperti pesawat jet dengan kecepatan diatas 500 km/jam. Aku pun mungkin terlalu larut dalam duniaku. Namun, terimakasih telah menikmati hujan bersamaku. Hujan pertama kita diawal november.



*senjasetelahhujan, 011111

happy november's rain ... ^^

Sumber foto: https://www.pexels.com/photo/close-up-photography-of-wet-leaves-913807/

You May Also Like

0 komentar

©