Pengantar : Untuk Pertemuan yang Tertunda

by - 12:25 AM


Hei, cantik ... sahabat sepanjang masa ..
Setelah beberapa hari lalu saling mengomentari status dan mengirimkan wall melalui jejaring sosial, rasanya kok aku makin kangen kamu, Heiii !!! Tidak bisa bertemu kamu itu menyebalkan.  Kenapa? Karena kamu selalu sibuk ! Proses jadi guru PAI sama jadi jurnalis memang sibuk banget yaa? Yeaaah, intropeksi diri cantik.. Hahaha.

Tapi ga masalah sih, toh memang jarak-waktu-aktivitas masing-masing sangat menyita waktu kita. Iya kan? Ya... ya .. i know and understand, Iiim ... Tapi masalahnya mengapa kita harus terpisah demikian jauh (padahal cuma dari cibiru-setiabudi) hingga tidak dapat bersuaaa??! Oooh, Tuhan ... aku rindu makhluk (yang katanya) cantik ini !!

Cantik, aku cemburu kamu begitu akrab dengan kawan-kawanmu disana (terutama setelah melihat fotomu yang di-tag ke aku, haha). Tapi aku mengerti kamu juga harus punya teman dekat, kan? Aku senang melihatmu bahagia. Aku juga punya teman dekat, namun tidak seintim denganmu. Entahlah, seperti katamu ... mereka bisa cerita apapun tapi untuk menceritakan masalahku ... biarlah hanya aku yang tahu. Begitu kan? 

Seperti saat ini, aku seperti berjalan tanpa arah. Setidaknya jalanku tidak akan sepi jika ada kamu. Kamu bisa membuatku lebih baik, apalagi jika kamu terus berceloteh (walaupun ga jelas = geje) tapi itu lebih baik. [Heii, aku makin rindu niih !!] Semoga wujudmu segera muncul dalam jalanku yang mulai redup ditelan malam.

Aku yakin, kita punya setumpuk cerita dengan berbagai rasa. Baik aku ataupun kamu, kita memiliki kehidupan dengan alur yang berbeda. Pasti akan banyak cerita yang mengalir deras ketika kita bertemu. Menangis bersama adalah kegiatan yang paling aku rindukan [Hahahaa, :p]. Rasanya bisa lebih bebas bergerak setelah meluapkan segalanya padamu. Inilah ilustrasi dari perasaanku.

ilustrasi bimbang (pas di-search kata 'bimbang' di mbah google, gambar ini yang muncul, wkkwwk)
 
Banyak sekali ... kejadian dan ketidakmengertian yang sulit aku terjemahkan dalam kehidupan. Entah karena aku terlalu rumit berpikir atau bahkan aku sama sekali tidak berpikir? Ohh, sepertinya aku beranjak tua, Iim !! Beneran, alur pemikiranku sulit diuraikan. Kamu tahu? Harusnya kita memilih untuk tetap jadi anak-anak jangan pernah mau menjadi dewasa ! 

Pengantar untuk pertemuan kita yang tertunda [entah untuk kurun waktu berapa lama], aku sedang bimbang. Jadi, bisakah kita bertemu untuk saling berbagi? Tenang saja, kita sesuaikan dengan jadwalmu juga jadwalku yaah ... Semoga sang waktu berkenan untuk mengizinkan kita bertemu ...

[Hoaaamm, ngantuk ciin ... aku harus segera terlelap ... Have a nice dream, lalalalallalalalala]
Kosan, 150312
11:05 pm

You May Also Like

0 komentar

©