#GameLevel10: Sepatu Hadiah Ayah (Day 10-Bunsay Pranikah Batch#3)

by - 9:56 AM


Memiliki rasa tanggung jawab itu memang harus dipupuk sejak dini, ya? Bertanggung jawab untuk merawat barang kepunyaan kita memang harus dilakukan. Bagaimanapun jangan sampai kelupaan deh. Yuk, simak cerita berikut ini!

***

SEPATU HADIAH AYAH

Oleh: Agin Puspa

Malam ini menjadi malam yang paling ditunggu Alan dan kakaknya. Iya, malam ini Ayah mereka akan pulang dari perjalanan bisnisnya setelah dua minggu lamanya. Ibu sengaja menyajikan banyak masakan kesukaan Ayah karena Ibu tahu pasti kalau Ayah pasti akan makan dengan lahap saat pulang nanti.

Hal yang paling ditunggu selain bisa berjumpa lagi dengan Ayah mereka adalah oleh-oleh yang selalu Ayah bawa sepulang perjalanan bisnis. Iya, biasanya Ayah selalu membawa beberapa hadiah untuk Alan dan Andra---kakaknya yang hanya terpaut dua tahun.

"Nah, ini untuk Andra dan ini untuk Alan," ujar Ayahnya setelah sesi pelukan ketika Ayahnya membuka pintu rumah mereka.

"Yeeeeaaaii!!!" Alan dan Andra bersorak gembira. Masing-masing mendapatkan sepasang sepatu futsal. Sepatu Alan berwarna merah sedangkan sepatu Andra berwarna biru.

Alan dan Andra mengikuti eksul futsal di sekolah SD-nya sehingga sudah sejak beberapa bulan lalu keduanya menginginkan sepatu futsal dan hari ini Ayahnya membawakan hadiah sepatu tersebut. Senang luar biasa rasanya.

*

Minggu pagi Alan sengaja bangun lebih pagi dan membawa sepatu futsalnya yang kotor ke dalam kamar mandi. Hari itu ia hendak membersihkan sepatunya karena kemarin ia bersama anak-anak kelas satu sampai tiga latihan bersama dan Alan merasa tidak nyaman karena sudah sebulan ini sepatunya belum dicuci.

Ibu sudah menawarkan untuk mencucikan sepatu Alan, tapi Alan memilih untuk mencuci sepatunya sendiri karena sepatu ini begitu spesial baginya. Ia ingin belajar merawat benda berharganya tanpa bantuan Ibu ataupun yang lainnya.

"Bisa, Dek?" tanya Ibu saat melewati kamar mandi dan melihat Alan sedang menyiram sepatu futsalnya.

"Bisa dong, Bu. Tidak usah khawatir," jawab Alan percaya diri.

Alan mengoleskan sabun colek dan mulai menyikat sepatunya perlahan meskipun ada beberapa bagian yang sulit terjangkau tapi Alan berusaha agar sepatunya bersih kembali.

"Bu, lihat!" Alan menunjukkan sepatunya yang sudah bersih.

"Wah, Alan hebat, ya. Cepet dijemur, gih. Biar cepet kering lagi," saran Ibu.

"Siap, Buuuu!" jawab Alan bersemangat. Ia segera menuju lantai dua tempat biasanya Ibu menjemur pakaian dan menyimpan sepatunya di tempat yang terkena sinar matahari.

"Nah, karena pagi-pagi Alan sudah membersihkan sepatunya sendiri, Ibu punya hadiah buat Alan," ujar Ibunya.

"Apa, Bu?!" Alan tidak sabar menanti.

"The Long Marshmallow!" sorak Ibunya memberikan marshmallow gulung yang panjangnya sekitar 30 cm. Alan sering melihat marsmallow ini di mini market dekat rumahnya.

"Asyiiiik! Terima kasih banyak, Buuu!" sorak Alan tidak dapat menahan rasa bahagianya.

"Ibu juga berterima kasih sama Alan karena Alan mau bertanggung jawab untuk merawat benda kepunyaan Alan tanpa Ibu suruh. Terima kasih, ya, Nak!" sahut Ibunya sambil mengelus kepala Alan.
***

Bandung, 020918



You May Also Like

0 komentar

©