#Cerpen: Cerita Sang Layang-layang

by - 12:11 PM




Layang-layang itu memutuskan untuk kembali menerbangkan dirinya. Rasanya cukup sulit melepaskan diri dari pohon besar yang membuatnya terperangkap cukup lama. Baginya, terlalu lama bertahan di pohon yang sama akan membuatnya enggan berlayar. Lagipula, ia sadar tak ada yang mau memburu layang-layang sobek yang nyaris rusak.


Jadi, ketika angin besar datang. Ia berusaha sekuat tenaga untuk membawa dirinya pergi mengikuti laju angin, entah itu selatan atau utara serta timur atau barat. Ia hanya mampu mengikuti kemana sang angin bertiup. Ia lelah maka pergi. Ia kecewa maka menghindar. Hadirnya tidak berbeda seperti sampah yang menjadi petaka. Atau seperti permen karet saat manisnya sudah hilang dan berakhir di kolong meja atau tempat sampah. 

Lagipula, sang tuan yang ia yakini akan datang nyatanya tak pernah kembali. Entah apa yang membuat sang tuan demikian pengecut untuk enggan berlari memburunya. Namun layang-layang itu tersadar satu hal, ia hanyalah layang-layang rusak. 

"Angin teruslah bertiup, agar aku bisa melanjutkan perjalanan ini ..." pintanya pada sang angin, tubuh hampanya masih melayang tanpa aturan.

"Kau tidak lelah melayang seperti ini?" tanya sang angin, iba.

Layang-layang itu hanya terdiam, ia akan lebih lelah ketika sang angin harus membawanya tergantung diatas pohon atau tiang listrik. 

*kosan, 170413

You May Also Like

0 komentar

©