Traveling To Jakarta #2 : Melancong Coy!

by - 9:40 AM



Lan-cong, me-lan-cong bepergian untuk bersenang-senang; bertamasya; pesiar. Pe-lan-cong orang yang pergi melancong; wisatawan; turis. Pe-lan-cong-an perjalanan untuk bersenang-senang, melihat-lihat, dsb; wisata; turisme.
 
Begitulah KBBI menafsirkannya, jadi jelas ya, kehadiran saya di tanah ibukota Republik Indonesia ini untuk bersenang-senang. HAHAHAHAHAHA. *ketawa bahagia*. Sebenarnya memang bukan pertamakali juga sih dateng ke Jakarta, tapi kedatangan saya hari ini memang teramat specialdan excited. Bukan hanya perjalanannya aja, yang bikin lebih excited justru jawaban dari Kenapa dateng ke Jakarta? atau Ada Apa Datang ke Jakarta?.

Penasaran kan? Hayoohh, ngaku aja siih pake gengsi segalaa…. *Akakkaka, abaikan abaikan*. Baiklah, saya simpan saja alasan kedatangan saya ke Jakarta. Toh, seiring dengan tulisan ini mengalir nantinya pembaca juga bakalan tahu alasan saya ada di Jakarta. Silahkan terka yaa :p.

Taman Menteng dan Taman Latuharhari

Oke, melanjutkan postingan Traveling To Jakarta #1, kali ini saya akan cerita tentang kunjungan saya ke dua taman kota yang ada di Jakarta Pusat. Taman Latuharhari dan Taman Menteng. Sampai di Pool Cililitan hampir satu jam lebih *lebihnya entah berapa menit* saya nunggu si doi untuk jemput.

Kebetulan sekali, si doi tipe makhluk yang engga suka naik kendaraan pribadi meskipun dia punya motor, katanya sih lebih enak pake transportasi umum. Sejujurnya sih, kalau saya justru lebih nyaman pake kendaraan pribadi (baca: motor, karena pake mobil belum bisa-bisa, Hahaha) dengan alasan keamanan. Tapi kalau sama doi mah saya merasa lebih aman meskipun naik transportasi umum. Maklumlaah, saya kan perempuan dengan tinggi minimalis dan wajah imut layaknya anak SD. Akakakakk


Jalur Rute Busway
Kami menggunakan busway sebagai sarana transportasi, selain harganya murah sangat, busway-nya pun nyaman *kalau engga penuh, iyaaa kalau engga penuh sangat nyaman tau*. Oh iya, agar memudahkan, selalu bawa peta jalur busway ini kemana pun ketika berada di Jakarta. Adanya peta ini memudahkan kita untuk mencapai lokasi.

Tujuan kami awalnya adalah Taman Menteng, kami naik dari halte BKN (koridor 7) kemudian turun di halte Matraman 1, berjalan di skywalk, dan naik lagi bis di Matraman 2 turun di halte Halimun *sebenernya kami engga tau sih, rute yang kami lalui bener atau engga, Hahha*. Nah, dari Halimun naik lagi busway dan turun di halte Latuharhari.

Kami keluar dari Halte Latuharhari dan menemukan Taman Latuharhari. Sayangnya, di taman ini hanya ada tanaman saja tanpa kursi ataupun tempat bermain. Luas tamannya pun terbilang kecil menurut saya. Jadi, di Taman Latuharhari kami hanya numpang lewat aja. Taman Latuharhari semacam bonusnya laah dari perjalanan menuju Taman Menteng.

Dari Taman Latuharhari menuju Taman Menteng bisa ditempuh dengan jalan kaki. Sebenarnya jalan yang dilalui engga jauh-jauh amet sih hanya saja udara Kota Jakarta yang panas bikin perjalanan yang dilalui terasa lamaaaaaa. Tapi berhubung jalannya sama si doi, yaa asik ajalaaaah. Hhahaha.

Kanan : Taman Menteng. Kiri : Taman Latuharhari
Akhirnya kami sampai di Taman Menteng, Yeiiii!!!! Pertama kali yang diincar adalah makanan. Banyak variasi jajanan yang berjejer di sekitaran taman. Tinggal pilih pokoknya, harga juga standar mulai dari 10K. Saya pesan pempek seharga 10K dan doi pesan Soto Ayam dengan harga 12K. Oh iya, air mineralnya kalau engga salah 3K gitu yaa… *lupa lagi, soalnya saya lagi-lagi ditraktir kalau jalan sama doi. Mau bayar sendiri atau mau bayarin malah ditolak. Saya sih senang ajaa… Hahaha, tapi engga juga deng. Kadang kalau sayanya maksa banget baru deh akhirnya doi yang ngalah.*.

Saya lupa untuk foto tiap sudut yang ada di Taman Menteng. Tapi yang bisa saya ceritakan bahwa taman ini super lengkap untuk dijadikan tempat rekreasi bersama teman, kekasih, keluarga dan anak. Di Taman ini, ada lapangan basket, lapangan futsal, playground, green house, air mancur, kursi-kursi taman, toilet dan musola.

Aktivitas di Taman Menteng sangat rame menjelang sore hari, namun berhubung hujan deras, akhirnya orang-orang berteduh di sekitaran musola. Selama di Taman Menteng kami hanya muter-muter cari colokan listrik karena niatnya si doi mau sambil ngerjain skripsinya. Setelah muter cukup lama dan engga nemu, akhirnya kami memutuskan untuk sholat kemudian pulang. Berhubung pulangnya buru-buru, akhirnya kami naik taksi untuk sampai di tujuan.

Bagian lain dari Taman Menteng *abaikan wajah kami yang begitu :p*, sayangnya saya kelupaan untuk foto spot-spot lainnya yang ada di Taman Menteng >,<


ITC Mangga Dua dan Pasar Pagi

Hotel memang menyanyikan kenyamanan.  Oh iya, selama tiga hari dua malam saya menginap di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Setelah browsing sana-sini, ternyata Grand Sahid Jaya ini hotel berbintang 5 dengan harga kamar (yang paling murah) sekitar 650K. Berarti kalau bayar sendiri sekitar 1.950K ! Nyaris dua jutaan yaa. Tapi saya dapet gratisan dong, karena nginep sama calon Mamer (baca: Mama Mertua).

Sarapan enak ala Hotel Bintang 5
Setelah sarapan enak *sayangnya saya engga sempat makan banyak makanan disana, karena perut udah penuh duluan*, Mamer ngajak saya untuk jalan bareng. Yap, kami jalan-jalan di ITC Mangga Dua dan Pasar Pagi. Kebetulan Mamer saya mau beli perlengkapan untuk bisnisnya di Bontang.

Emak-emak emang unik ya kalau lagi adu tawar, Hhahaha. Saya memperhatikan ketika Mamer lagi nawar harga sama penjualnya. Luaar biaasaaa pokoknya. Apa saya juga bakalan gitu ya setelah jadi Emak-emak nanti? Entahlaah~~~~

Mamer lagi adu tawar sama penjual
ITC Mangga Dua itu semacam pasar modern, dari tempat dan konsep penjualnyasama banget kayak Pasar Baru di Bandung. Berbagai jenis pakaian, sepatu, underware, tas, aksesoris, alat tulis, makanan, dsbnya lengkap semua di tempat ini. Kalau Pasar Pagi? Sama juga, pasar pagi konsepnya sejenis dengan ITC Mangga Dua.

Sayangnya nih, kalau di ITC Mangga Dua mushola-nya ada di luar pusat perbelanjaan dan hanya ada tempat wudhu saja. Kalau misalnya kebelet pengen ke kamar mandi harus masuk lagi ke ITC-nya. Merepotkan ya. Nah, beda lagi kalau di Pasar Pagi. Mushola, tempat wudhu, dan toilet berada di satu tempat yang sama. Jadi pengunjung juga ga perlu ribet kesana-kemari mencari toilet. Dan, toilet di Pasar Pagi gratis.

Nah, silahkan baca Traveling To Jakarta #1 dengan cara klik tulisan tersebut. Atau mau baca cerita lanjutannya? Boleh banget, mari merapat ke Traveling To Jakarta #3. Yiippiiee!

Jumat terang benderang, 260216


You May Also Like

0 komentar

©