Selebrasi Kelas Bunda Cekatan 4 : Memaknai Akar yang Kuat dalam Pernikahan

by - 1:51 PM


Kelas Bunda Cekatan dari Institut Ibu Profesional baru saja berakhir. Selama 7 bulan, para ibu dan calon ibu ini mendalami bidang keilmuan tertentu yang membuatnya berbinar dan bersemangat. Selebrasi berlangsung pada hari Jumat, 26 Januari 2024 pukul 19.30 WIB secara virtual di Zoom.

Dalam momen selebrasi ini, kami kedatangan guest star yang sudah tidak asing lagi, yaitu Ibu Septi Peni Wulandani yang merupakan Founder Ibu Profesional. Tentu bukan Bu Septi jika tidak membekali kami dengan insight-insight menarik.

Pembahasan dalam selebrasi ini berkaitan dengan membangun akar yang kuat dalam pernikahan. Baik perempuan atau laki-laki yang nantinya akan bersatu dalam sebuah pernikahan, perlu memiliki akar yang kuat dalam dirinya.

Individu dengan akar yang kuat akan memahami jati dirinya dengan lebih baik. Akar yang kuat ini bisa dimaknai dengan tidak bergantung pada siapa pun kecuali sang Maha Kuasa, percaya diri, mandiri, dan berdaulat atas dirinya.

Jika salah satu dari perempuan atau laki-laki ini tidak memiliki rasa percaya diri, maka ini bisa menjadi akar permasalahan dalam hubungan pernikahan. Pernikahan itu bukan tentang yang lemah bergantung pada yang kuat dan yang kuat pada akhirnya mendominasi.

Zoompa bareng Bu Septi

Sebab itu, penting sekali bagi perempuan untuk tetap punya akar atau jati diri yang kuat sehingga saat melebur dalam pernikahan, perempuan tidak kehilangan jati dirinya walaupun hari-harinya dipenuhi dengan rutinitas sebagai istri dan ibu.

Bagi saya, ‘wejangan’ dari Bu Septi ini lebih menegaskan lagi peran saya sebagai perempuan yang sudah bersuami bahwa saya bahagia memilih untuk menjadi fulltime wife dan bisa tetap berdaya serta berbinar dengan bidang yang saya minati.

Sehingga, gak ada lagi tuh perasaan “kok dulu sebelum menikah saya keren banget ya, bisa blaablaabaaaa… sekarang kok kayaknya cuma di rumah terus gak ada keren-kerennya”. Padahal, jika dikulik lagi, dari sekian banyak rutinitas di rumah, ada banyak pekerjaan rumah yang jika ditekuni bisa menjadikan kita expert.

Salah satunya aja, jika kita suka memasak, kemudian mempelajari lebih dalam tentang topik tersebut maka akan membuat kita semakin ahli. Lalu, lewat kelas yang dihadirkan Ibu Profesional, kita bisa berbagai hal yang sudah kita pelajari dengan rasa berbinar. 


Berbinar dengan Bidang yang Ditekuni

Selama berada di kelas Bunda Cekatan ini, akhirnya saya memilih untuk mempelajari tentang Content Marketing yang lingkupnya untuk sosial media. Bidang keilmuan ini ada di dalam rumpun Digital Marketing & Social Media.

Sebenarnya, memang bukan keilmuan yang banyak dipilih oleh para peserta sih. Karena saat saya dikumpulkan dengan orang-orang yang ada di bidang ini pun hanya berjumlah 12-13 orang saja. Terbilang sedikit jika dibandingkan mahasiswa yang memilih keilmuan Manajeman Emosi, Manajemen Waktu, ataupun Pendidikan & Stimulasi Anak.

Potluck yang dibagikan di Hutan Kupu Cekatan

Lewat kelas Bunda Cekatan ini, akhirnya saya pun belajar berbagai hal termasuk belajar gimana bikin materi berbentuk audio, audio visual, sampai live di FB Grup. Wah, pengalaman yang seru dan deg-deg-an dong, ya. Ini, saya spill deh e-flyer saat saya berada di kelas Bunda Cekatan.

Hasilnya tentu bukan yang terbaik, namun saya rasanya lega bisa mencoba hal baru yang gak pernah kepikiran sebelumnya seperti nge-live dan disaksikan oleh mahasiswa lainnya di FB Grup. 

Nice Homework (NHW) saya selama belajar di Bunda Cekatan batch 4 bisa dikepoin lewat blog yang ini ya: https://morningstoriesathome.blogspot.com/. Blog tersebut memang saya khususkan untuk mengumpulkan tugas dan mendokumentasikan perkuliahan Ibu Profesional.


Serba-serbi Tentang Kelas Bunda Cekatan 

Kelas Bunda Cekatan adalah tahapan lanjut dari perkuliahan yang ada di Institut Ibu Profesional. Tahapan belajar ini dimulai dari Matrikulasi, Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Produktif, dan Bunda Shaliha.

Tahapan Bunda Cekatan batch 4 ini diikuti sekitar tiga ratusan lebih mahasiswa di regional Indonesia dan mancanegara. Di awal kelas pokoknya super rame banget, apalagi saat Magika live setiap minggunya. 

Kami pun dibagi dalam 12 atau 13 regu, saya agak lupa tepatnya.Dalam satu regu ada yang satu regional dan ada juga yang  terdiri dari beberapa regional, tergantung jumlah mahasiswa dari regional tersebut. 

Kebetulan, saya ada di regional Bandung yang pada awalnya berjumlah 34 orang. Sayangnya perlahan berguguran dengan berbagai alasan sampai akhirnya ada 23 orang yang lulus dari regional Bandung. Alhamdulillah.

Yeay, jadi pinkish butterfly~

Kami berkumpul dalam grup WhatsApp dengan dipandu oleh Ketua Regu (Karegu) dan tentunya selalu didampingi dari Hima IP Bandung. Suasana grupnya pun sangat menyenangkan dan suportif. Saling menyemangati dan mengalirkan rasa. Gak lupa, kami pun selalu terlibat dalam diskusi setiap Nice Homework (NHW) sudah diumumkan Magika.

Sejujurnya, suasana produktif ini memang selalu terasa setiap berada di kelas Ibu Profesional. Entah kenapa yaaa, kayak… kumpulan ibu-ibu keren, hebat, dan seneng belajar. Vibes-nya positif banget. 

Oh iya, buat yang penasaran, kelas-kelas di Ibu Profesional ini gak terbatas buat perempuan yang sudah menikah aja, ya. Semua perempuan yang belum menikah, sudah menikah, single parent, atau bahkan sudah usia lanjut pun bisa ikut kelas ini.

Jadi, udah mulai penasaran dengan kelas-kelas Ibu Profesional? Langsung cek infonya ke instagramnya, ya~

You May Also Like

0 komentar

©