Menyelami Makna Passion Lebih Mendalam - Passion Without Creation Is Nothing by Rene Suhardono

by - 6:42 AM


Identitas Buku

Judul: Passion Without Creation Is Nothing #Passion2Performance

Penulis: Rene Suhardono dan Team Impact Factory

Desain sampul: Andira Pramanta Kartiyoso

Desain isi: Tiffany Nagari

Penerbit: Penerbit Buku Kompas

ISBN: 9789797098988

Jumlah Halaman: 352 

Genre: Pengembangan diri, Refleksi diri, Motivasional, Inspirasional


Blurb

Banyak orang yang menyatakan, pekerjaan yang membahagiakan adalah hobi yang menjadi pekerjaan. Pekerjaan kita bisa saja jadi sumber kebahagiaan bisa juga jadi sumber masalah. 

Semua tergantung pada penempatan diri kita di pekerjaan tersebut, apakah kita cocok dan mampu bekerja di posisi tersebut, bisakah kita beradaptasi dengan lingkungan kerja tersebut, hingga apakah pekerjaan tersebut sesuai dengan passion kita? 

Dalam lingkungan kerja meski berada di posisi sama kinerja tiap orang bisa berbeda, dan perbedaan itu secara rinci belum bisa didefinisikan. 

Dalam buku Passion 2 Performance: Passion Without Creation is Nothing ini para penulis menelaah hal yang mungkin berkaitan erat pada faktor perbedaan kinerja tersebut yaitu, Passion. 

Buku ini memaknai kaitan antara manusia, passion, dan kinerja melalui proses survei untuk lebih detail menemukan faktor pembeda antara kinerja rendah dan tingginya karyawan. 

Pembahasan di dalam buku ini ditulis dengan ringkas, padat, dan informatif, dengan penulisan berdasarkan hasil metode survei, konten dalam buku ini pun kredibel. 

Harapannya buku ini bisa memotivasi dan menginspirasi pembaca untuk senantiasa mengembangkan kinerja dan karirnya. 


Review

Buku-buku karya Rene Suhardono sepertinya sudah tidak asing lagi bagi orang-orang yang punya ketertarikan di bidang self-development. Apalagi buat anak-anak sekolah dan kuliah, buku ini rasanya bisa masuk daftar bacaan agar menambah referensi tentang passion  dan creation dalam kaitannya dengan karir di masa depan.

Secara visual, buku ini sangat menarik untuk dinikmati karena isinya tidak hanya tulisan non-fiksi yang membosankan. Adanya ilustrasi dan tipografi tertentu di setiap halamannya membuat buku ini tetap menyenangkan untuk dibaca walaupun mungkin pembahasannya agak berat, ya.

Tapi jika kamu adalah tipe-tipe yang senang berpikir mendalam, mungkin buku ini sangat cocok jadi ‘snack-time’ saat jeda dari belajar atau bekerja. Uniknya lagi, buku ini memang tidak seperti buku pada umumnya karena jika kita lihat bagian belakang buku dan membalikkannya maka kita akan menemukan buku kedua yang pembahasannya masih saling berkaitan tentunya.

Pada bagian depan buku kita akan melihat cover dengan judul Passion without Creation is Nothing dan pada bagian belakangnya kita akan melihat cover dengan judul Performance without Passion is Meaningless. Kalo masih bingung, langsung aja lihat foto yang saya ambil ini, ya.

Bagian depan buku

Bagian belakang buku yang dibalik

Isi dari buku ini gak cuma rangkaian kalimat motivasi aja, namun diimbangi dengan suguhan referensi berupa data, riset, ataupun case study. Sehingga kita bisa mendapatkan insight yang lebih menyeluruh.

Penulis dan timnya mengajak kita untuk menyelami tentang passion yang mungkin masih belum kita ketahui maknanya. Dalam buku ini disebutkan jika passion itu terletak pada aktivitas yang membuat kita merasa berdaya. Passion juga termasuk hal atau subjek yang kita sukai, nikmati, dan senangi.

Lalu, apakah passion itu adalah hobi? Jawabannya tidak sama, ya. Segala hal yang dilakukan dengan penuh kesenangan dan tidak ada kewajiban untuk meningkatkan kepiawaian adalah hobi. Sedangkan passion selalu disalurkan dalam bentuk kreasi dan karya sehingga butuh kepiawaian dalam melakukannya.

Hal yang juga saya highlight dari pembahasan ini adalah passion bisa jadi bukan kemahiran atau keahlian kita. Karena, bisa jadi kita jago dalam hal tertentu namun justru tidak pernah menikmati saat melakukannya.

Kalau di bagian buku Passion without Creation is Nothing lebih menekankan kita sebagai individu atau pekerja untuk memaknai ulang tentang passion dan pekerjaan yang sedang kita jalani karena kedua hal itu berkaitan dengan performance yang bisa kita hasilkan selama bekerja.

Sedangkan di bagian buku Performance without Passion is Meaningless lebih pas jika dibaca oleh para leader atau bahkan bussines owner yang bisa membentuk sebuah lingkungan kerja agar para karyawannya bisa menghasilkan performance yang bermakna baik untuk dirinya dan terutama untuk perusahaan. 

Pembahasan buku ini menarik untuk jadi bahan diskusi dan renungan sebenarnya, karena tentunya dalam urusan pekerjaan sangatlah dinamis dan tidak semua perusahaan memiliki iklim kerja yang mendukung kemajuan bagi karyawannya.


Quote 

Gak lupa, saya pun mencatat kalimat-kalimat yang penuh makna dari buku ini, diantaranya:

Mengenali, memahami, dan memaknai passion diri adalah proses yang paling pribadi dan hening. (hal. 121)

You are the captain of your soul! (hal. 131)

Hobi dilakukan setiap kali ada waktu luang. Sementara passion dilakukan dengan meluangkat waktu. (hal. 139)

Kepiawaian adalah tahapan logis setelah menyadari, memahami, dan memaknai passion. (hal. 173)

Proses mencapai kepiawaian tidak butuh alasan, namun perlu komitmen. (hal. 179)

Passion adalah benih karya dan kreasi hebat dalam hidup Anda. (hal. 191)

Karya dan kreasi bisa muncul dalam bentuk prosuk, jasa, organisasi, perusahaan, komunitas, dan lain-lain. (hal. 191)

The right man is the one who is most adaptive to changes. (hal. 211)


You May Also Like

0 komentar

©