#KKM : Celotehan Anak-anak

by - 7:47 AM

Anak-anak Kiarakoneng I

Minggu pagi (hari minggu kedua di Talagasari), saya, Dini, Epon dan Kang Leman sudah siap dengan baju olahraga kami. Kami yang udah kece-kece tapi belum mandi ini, menunggu anak-anak Kiarakoneng II yang sejak minggu kemarin selalu mengajak kami untuk lari pagi. Pagi ini, tanpa membuat mereka menunggu lagi (minggu kemarin gara-gara bangun kesiangan, sebagian anak-anak meninggalkan kami dan memilih jalan duluan). Tapi pagi ini, dengan sigap kami sudah berdandan rapi. Gara-garanya sih, kemaren malem kami udah tidur dari jam 21:00 WIB jadi paginya bener-bener fresh.

Posko hanya menyisakan enam orang makhluk-makhluk. Ditambah satu orang dari kelompok tetangga (pacarnya Mardi),jadi ada lima orang. Agak sepi sih, karena tiga orang lainnya harus balik Bandung dulu untuk beberapa alasan. Pagi itu, hanya kami berempat yang ikut lari bersama anak-anak. Sedangkan tiga lainnya (Jay, Mardi dan pacarnya) ada di posko untuk berjaga.

Lari pagi bersama

Pagi ini, kami lari ke Lapangan Sepakbola yang jaraknya ga jauh dari Dusun 2. Tapi karena malamnya hujan deras, jalanan menuju ke lapangan becek dan licin luar biasa. Dini dan Epon memutuskan untuk kembali ke posko, sedangkan saya dan Kang Leman masih terus ngikutin anak-anak dari belakang sambil pilih-pilih jalan yang agak layak –walaupun tetep licin juga-. Jalanannya ngelewatin hutan-hutan gitu tapi ga terlalu rimbun. Ehem, suasana alam seperti ini jadi mengingatkan saya sama Phi. Dia paling suka diajak adventure  begini. Coba dia ada di tempat yang sama kaya saya. Mungkin ada banyak cerita lagi. *Oke, skip*

Alhasil, pulang dari Lapangan kaki saya bentol-bentol kena gigitan semut dan bonus plus-plusnya ujan-ujanan di pagi hari (tau aja kalo saya belum mandi gitu -_____-‘). Ga tahu jenis semut apa. Kayanya saya ga sadar nginjek sarang semutnya, langsung mereka nyerang kaki saya. Kaki saya bener-bener perih digigitin semut itu. Perihnya sekitar 10-15 menit, setelah dicuci bersih pake air perihnya ilang tapi bentolnya masih ada. Setelah satu jam kemudian, bentol dan gatelnya ilang dengan sendirinya tanpa pake apa-apa. Oke, semutnya memang semut gede sih. Wajar kalo bentolnya juga gede. Haha.

Lihat-lihat Betol-bentol gedenya. Haha.

Tentang Celotehan Anak-anak
Setelah lari pagi, jam 10:00 WIB saya udah janjian sama anak-anak untuk bersih-bersih di Balai Musyawarah Dusun 2 yang biasanya dipakai ngajar anak-anak PAUD. Sambil bersih-bersih, Ima, Lia, Endah dan Sintia terus nanyain tentang kaka-kaka KKM yang pulang ke rumahnya. Terlebih lagi mereka mengetahui rencana kepulangan Dini ke Bandung untuk beberapa hari kedepan. (Percakapannya udah saya translate ke bahasa Indonesia yaa, aselinya saya sama anak-anak sini ngobrol pake bahasa sunda)

Bersih-bersih Balai Musyawarah

“Teh, kenapa pada pulang sih? Disini aja …” tanya Lia sambil ngepel.

“Kan kaka-kaka KKM punya urusan lain selain mengabdi disini,” jawab saya ikutan ngepel juga.

“Teteh mau pulang juga?” tanya Ima.

“Iyalah, pulang pada waktunya, akhir bulan nanti …” jawab saya sambil bersih-bersih.

“Ah, teteh mah jangan pulang ya… Akhir bulan nanti juga, biarin yang lainnya pulang, Teteh mah jangan pulang ya …” rajuk Endah.

Saya cuma bisa senyum aja, tanpa mengiya atau meng-tidakkan. Haha. Aah, anak-anak ini … saya sangat bersyukur mereka nyaman berada di dekat saya. Terlebih lagi ketiga anak ini adalah anak-anak Dusun 2 yang pertama kali saya kenal, begitupun dengan mereka. Seperti ada ikatan emosional yang terjalin gitulaah. Senang sekali, menjadi orang yang di-favoritkan anak-anak dan mereka hanya mau diajar plus bareng-bareng sama saya. Hihihi.

Celotehan mereka adalah kekuatan saya untuk tetap bertahan. Entah kenapa, saya harus bertahan sampai akhir hanya untuk anak-anak Kiarakoneng I. Saya bahagia bersama mereka dan lebih bahagia lagi karena tahu bahwa merekapun bahagia bersama saya. Aah, Talagasari mencatat banyak kisah. Buat saya, satu bulan ini adalah kesempatan paling berharga untuk terus belajar memantapkan diri.


-Talagasari, 090314-





You May Also Like

0 komentar

©